Sabtu, 20 Oktober 2012

Etika Government


ETIKA GOVERNMENT
Tujuan utama dibentuknya pemerintahan adalah untuk menjaga suatu sistem ketertiban yang memungkinkan masyarakat dapat menjalani kehidupannya secara wajar. Oleh karena itu, pemerintah diperlukan pada hakikatnya adalah untuk memberikan pelayanan kapada masyarakat.
Pemerintah tidak dibentuk untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat, menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya, demi mencapai tujuan bersama. Suatu gejala yang nampak dewasa ini adalah kecenderungan dan pertumbuhan ke arah mensukseskan pembangunan di segala bidang.
            Untuk mensukseskan pembangunan, Etika Pemerintahan menjadi topik pembicaraan, terutama dalam mewujudkan aparatur yang bersih dan berwibawa. Aparatur pemerintahan harus menjadi saluran atau jembatan pengabdi dan melaksanakan kepentingan umum dengan penuh dedikasi dan loyalitas, bukan sebaliknya, tidak menyalagunakan kekuasaan, mencari kesempatan dalam kesempitan, aji mumpung. 
            Bila masyarakat mengetahui tentang tidak lancarnya pelayanan, terdapat penyelewengan dan atau penyimpangan maka akan dapat berakibat menimbulkan reaksi. Oleh sebab itu sekiranya timbul reaksi tidak kentara di mata masyarakat, karena reaksi tersebut dapat menimbulkan public opini yang didasarkan oleh perasaan umum tidak puas dan akhirnya dapat menjelma menjadi pendapat umum yang dapat merongrong kewibawaan pemerintah.

 Aparatur negara dan pemerintah mempunyai tugas mendidik rakyat. Mendidik orang lain berarti mendidik diri sendiri, karena itu, seorang pemimpin/pelaksana negara yang sadar akan kewajibannya sebagai pendidik, hendaknya berusaha agar :
1)      Dalam hidup sehari-hari menjadi contoh teladan, panutan bagi umum dan kesusilaan.
2)      Dalam usahanya sehari-hari selalu memperhatikan kemajuan lahir batin masyarakatnya.
Ajaran untuk berperilaku yang baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai keutamaan yang berhubungan dengan hakikat manusia disebut etika pemerintahan.
        Selain itu etika pemerintahan juga merupakan bagian dari praktekyurisprudensi atau filosofi hukum yang mengatur operasi dari pemerintah dan hubungannya dengan orang-orang dalam pemerintahan. Prinsip-prinsip etika harus disesuaikan dengan keadaan, waktu, dan tempat. Prinsip-prinsip etika yang bersifat authority, yang bersifat perintah menjadi suatu peraturan sehingga kadang-kadang merupakan atribut yang tidak bisa dipisahkan.
        Dalam etika pemerintahan, apa yang dianjurkan merupakan paksaan (imperatif) yang dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan kesulitan.
        Di atas telah diuraikan bahwa apa yang dilihat adalah authority misalnya, berpakaian dinas (PSH, PSR, PSL) sebenarnya masalah etika, tetapi kalau sudah dituangkan bukan lagi bersifat etis, tetapi bersifat pelaksanaan (operasional). Kendatipun tidak ada sanksi yang tegas. Pada etika karena mengikuti adanya perubahan-perubahan di dalam masyarakat, tergantung dengan kemauan (needs), kehendak masyarkat yang pada suatu waktu dan tempat bisa berubah-ubah.
        Etika digantungkan dengan authority menghendaki orang harus tunduk pada perintah. Sedangkan pemerintah mempunyai sifat authority, sifat memaksakan. Pemerintah tidaklah sama dengan masyarkat. Disinilah letak sulitnya mempelajari etika pemerintahan. Pemerintah tidak dapat melaksanakan perintah sekehendaknya yang bertentangan dengan nilai etika masyarakat.

Jumat, 05 Oktober 2012

Perilaku Etika Dalam Bisnis

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll.
Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi. 

Moral Dalam Dunia Bisnis

Berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan pembicaraan agama dan budaya, artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji, apakah itu dalam kegiatan mendapatkan keuntungan dalam ber-"bisnis". Jadi, moral sudah jelas merupakan suatu yang terpuji dan pasti memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Umpamanya, dalam melakukan transaksi, jika dilakukan dengan jujur dan konsekwen, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan memperoleh kepercayaan satu sama lain, yang pada akhirnya akan terjalin kerja sama yang erat saling menguntungkan.
Moral dan bisnis perlu terus ada agar terdapat dunia bisnis yang benar-benar menjamin tingkat kepuasan, baik pada konsumen maupun produsen. Kenapa hal perlu ini dibicarakan?
Isu yang mencuat adalah semakin pesatnya perkembangan informasi tanpa diimbangi dengan dunia bisnis yang ber "moral", dunia ini akan menjadi suatu rimba modern yang di kuat menindas yang lemah sehingga apa yang diamanatkan UUD 1945, Pasal 33 dan GBHN untuk menciptakan keadilan dan pemerataan tidak akan pernah terwujud.
Moral lahir dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya. Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang sehingga dapat dinyatakan bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji dalam melakukan bisnis. Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam berbisnis tidak akan bisa ditentukan dalam bentuk suatu peraturan (rule) yang ditetapkan oleh pihak-pihak tertentu. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajaran agama yang dianut budaya dan dimiliki harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

Etika Dalam Dunia Bisnis

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.
Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Mengapa ?
Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :

  1. Pengendalian diri
  2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
  3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
  4. Menciptakan persaingan yang sehat
  5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan"
  6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
  7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
  8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
  9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
  10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

Referensi : Modul Kuliah Etika Profesi Akuntansi oleh Beni Susanti, Gundarma (2008)
sumber : http://syudas.blogspot.com/2010/12/perilaku-etika-dalam-bisnis.html

Tinjauan Etika

Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :
1. Tanggung jawab profesi : bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2. Kepentingan publik : akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
3. Integritas : akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
4. Obyektifitas : dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya, setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan.
5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional : akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.
6. Kerahasiaan : akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7. Perilaku profesional : akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya.
8. Standar teknis : akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.
Sumber:www.wikipedia.com, www.e-dukasi.net.com
Sumber: http://riezquchiha.wordpress.com/2010/12/13/profesi-profesi-akuntansi-dan-kode-etik-seorang-akuntan/

nama : Ani Sulistyarini
kls : 4EB09

Minggu, 10 Juni 2012

Curriculum Vitae


Jakarta, 09 Juni 2012

Attention :
Resources Department Manager
PT. Wings Food
Jl. Gatot Subroto No. 12A
Jakarta


Dear Sir/Madam,

I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Kompas, 4th June , 2012.

I have over one and half year experience as an Accounting with PT. Bhakti Kencana and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee.

I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.

I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience

Sincerely yours,


Ani Sulistyarini

Curriculum Vitae
Personal Details
Full Name                   : Ani Sulistyarini
Sex                              : Female
Place, Date of Birth    : Jakarta, Oktober 26th, 1990
Nationality                  : Indonesia
Martial Status              : Single
Religion                       : Moslem
Address                       : Jl. Cilangka no. 17Depok
Zip Code                     : 15689
Phone/Mobile  : 0251-239978 / 081598900675
Email               : anny_pzat@yahoo.com
Blog                : annypzat.blogspot.com

 Education Background
Formal Education
1994– 2000                 : SD Negri Curug 4 Cimanggis
2000 – 2003                : SMP Taruna Bhakti Cimanggis
2003 – 2006                : SMA Plus PGRI Cibinong
2006 – Now                :  Economic Accounting at Universitas Gunadarma
Non Formal
2009 – 2010                :Capital Market
            Training
2010 -2011                  : Tax Course
 

Rabu, 14 Maret 2012

Philippine government reduces debt as budget deficit shrinks

Perhaps Greece could take note of how the new Philippine government is ramping up tax collections. Christian de Guzman, Assistant Vice President - Analyst, Sovereign Risk Group, Moody's Investors said that last Monday, the Philippines’s Department of Finance released the government’s 2011 full-year fiscal results, which confirmed a lower-than-budgeted deficit despite a spike in spending during the last two months of the year. Consequently, the debt reduction that began in 2005 is intact and is credit positive. Last year’s favorable results reflect improvements in both revenue and expenditure performance that we expect will continue in 2012.
“We expect tax revenues to continue improving owing to administrative measures to further enhance compliance, and a legislative agenda that aims to increase certain excise taxes and reduce extraneous fiscal incentives for investment. New budgeting rules and procurement processes should guard against underspending and ensure that government spending supports economic growth. Although we expect the fiscal deficit to widen slightly to 2.4% of GDP from 2.0% in 2011, the deficit will still be in line with the government’s medium-term fiscal program to 2016. Moreover, the Philippines’s debt-to-GDP ratio will likely continue to decline in 2012 and beyond. “
Total revenue grew by 12.6% in 2011, outpacing the 8.1% increase in nominal GDP and largely reflecting the increasing traction of administrative measures. Tax revenue rose nearly 10% despite the absence of new taxes, while a highly visible tax enforcement program spurred greater compliance, especially for personal and corporate income taxes collected by the country’s Bureau of Internal Revenue. Non-tax revenues also grew strongly, driven largely by increased remittances of profits by government owned and controlled corporations.
Restrained expenditures and active debt management led to a subdued 2.3% increase in spending last year. The first half of 2011 was characterized by underspending, with total expenditures 11.4% lower than they were in 2010; consequently, government financial consumption was a drag on economic growth during the first half, shaving off 0.72 of a percentage point from year-over-year real GDP growth. In response to slowing domestic and external demand, the government refined its procurement processes to facilitate spending to support growth, and increased total outlays, excluding subsidies, and interest payments by 17.9% year over year in the second half, and by a particularly strong 36.0% during the last two months of the year.
Active debt management has also played a key role in fiscal and debt consolidation through cost savings. The Bureau of the Treasury has strategically engaged in debt buybacks and exchanges over the past 18 months. With an improved credit profile and stable inflation, new government debt issuance now also commands lower interest rates. As a result, interest payments in 2011 fell 5.2% despite a higher nominal amount of debt. Interest payments as a share of total revenues fell to 20.5% from as high as 36.8% in 2005, indicating an increasing degree of fiscal flexibility. 
Source : Singapore Bussines Review

ANI SULISTYARINI
21209818
3EB09

Rabu, 16 November 2011

Cerpen

This is not Ugly loser and not ugly Luck

Anny, Stephany dan Gita memang nggak bisa terpisahkan. Meski mereka beda kelas, dan beda karakter tetapi persahabatan mereka tetap kompak dan saling mendukung satu sama lain. Baru-baru ini Anny si Penggila menggambar lagi jatuh cinta yang akhirnya membuat dua sahabatnya harus turun tangan. Stephany yang memang mencintai fashion berusaha untuk mengubah penampilan Anny yang cenderung tomboy, sementara si Kritikus Gita merasa Anny nggak menjadi dirinya sendiri.
                                                                     ***

Mata Anny menerawang persis ke arah cowok ganteng yang lagi latihan basket di depan lapangan. Tiba-tiba sosok cewek putih, tinggi semampai, rambut tergerai sebahu merusak imajinasinya. “Ya Tuhan…ngapain lagi dia ada di situ, merusak pemandangan aku aja,” ia pun menggerutu sendiri.

“Eh, bengong di depan toilet. Nanti kesambet setan toilet, baru tahu rasa lho…” tegur Stephany yang mendadak muncul dari arah belakang. “Masih aja mau bersaing sama kayra cewek high maintenance itu? Udah deh Ny, dia itu nggak selevel sama kamu. Fisiknya memang ok, tapi kan kamu jauh lebih berbakat dari pada dia,” hiburnya. 

“Yah apa artinya aku jago menggambar dan melukis kalau ternyata malah bikin aku kelihatan nggak terlihat bersih, rapi, trus feminim,” tutur Anny yang belakangan lagi nggak pede banget dan merasa jadi the ugly loser.

“Hei, kalau urusan penampilan serahin sama aku. Kamu juga cantik kok, kamu cuma  perlu lebih perhatian sama tubuh dan penampilan. Nanti sore pergi sama aku ya, kita bikin proyek make over Anny ok?” Stephany yang emang demen fashion merasa tertantang untuk mengubah penampilan sahabatnya. 
                                                                      ***

Proyek Stephany memang jempolan, keesokan harinya di sekolah, penampilan Anny berhasil menarik perhatian banyak orang. “Wah…ada apa, kenapa neh? Kok beda banget, tapi jadi mirip sama…sama….Kayra..hehe..” Ledek Gita yang tahu temennya ini paling sebel sama Kayra. “Eh enak aja, aku tuh cuma pengen tampil beda aja kok dari biasanya..” belanya. 

“Iya, kok kamu nggak dukung sih. Anny itu udah mau lebih peduli sama penampilan, kita hargai dong...cewek kan memang harus gitu.” Stephany nggak rela hasil kerja kerasnya diejek Gita.

“Iya…iya…aku becanda kok. Kamu memang kelihatan cantik Ny, tapi ini bukan gaya kamu, dengan rambut hair extension, flat shoes, tote bag? Kamu kelihatan nggak santai. But anyway…you look beautiful,” puji Gita. “Gimana kabar Lomba melukis pekan depan? “Semangat latihan menggambarnya ya!”

“Hhmm…kayaknya aku nggak latihan dulu deh…aku agak malas ah tanganku belepotan karna cat lukis,” tandas Anny.

Lho kok jadi kalah sama cat lukis, masa cuma karena pengen memberi kesan sama Danan, kamu malah jadi nggak asyik gini sih, ini kan buat sekolah kita Ny, dan kamu kan salah satu pelukis terbaik kita.” Gita terdengar mulai sewot. 
                                                                        ***

Anny rupanya bersikeras nggak mau Latihan melukis. Penampilannya pun mulai mengganggu. Saat latihan melukis dengan teman – teman dan termasuk guru melukis, Anny menggunakan kaos bertangan panjang dan menggunakan sarung tangan agar tangannya tidak kotor. “kamu kalau begitu terus dan bagaimana saat hari H saat lomba nanti kita outdoor dan harus berpanas-panasan???.. kamu akan di cap tidak professional terlalu mementingkan kulitmu itu!!” Ujar Mesty, teman dekatnya kalau sedang melukis.
Ucapan Mesty sontak membuat Anny merasa marah, sekaligus malu dan gengsi berat untuk membela diri. Meski ia berusaha untuk tampil lebih cantik ternyata nasib buruk tetap tetap saja mendekatinya. “Bebas dari ugly duck, welcome ugly luck! What a live…” ucapnya menghela napas. 
                                                                 ***

Lomba antara SMU Pratama dan SMU Bakti Dharma pun berlangsung seru. Semua supporter dari kedua SMU hadir dan saling menyoraki jagoan mereka. Di sudut bangku, Anny duduk sembari memperhatikan teman2 pelukis dari sekolah lain.
Dari bangku belakang tiba-tiba Gita dan Srephany mendekati Anny. “Ny, kamu harus melukis dengan hati dan jangan mau gambarmu kalah bagus dari yang lainnya..ayoo tunjukkan semangat gila menggambarmu dan selalu ingin menang. Takdir kamu bukan untuk duduk di bangku begini dan hanya menyendiri,” ucapan Gita membuat dada Anny seperti diberikan bogem mentah. 

Anny mulai memperhatikan penampilannya dari ujung kaki dan menyadari bahwa dia sudah berubah menjadi orang lain dan mengorbankan potensi dalam dirinya hanya untuk cowok yang nggak lebih penting dari pada melukisnya. “Tapi…” Anny belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Stephany langsung menyodorkan alat-alat melukis Anny dengan Citra Lasting White Extra di atasnya. “Nih, kamu nggak perlu lagi khawatir kulit kamu bakal menjadi gelap, apalagi kelihatan kusam dan nggak terawat. Pakai ini dan tunjukin diri kamu yang sebenarnya. Kamu pasti bisaNy!” ucap Stephany memberi semangat. 

Tanpa ragu Anny langsung lari ke samping teman-teman yg mengikuti lomba, mengganti semua pakaian panjangnya dengan pakaian simplenya. Rasa percaya diri Anny kembali lagi. Sebelum bertanding Anny menggunakan Citra Lasting White Extra yang harumnya nggak cuma membuat ia lebih rileks tapi juga bersemangat sekaligus. 

Setelah bernegosiasi denganMesty, Anny pun kembali siap untuk melukis. Semua bersorak atas kembalinya Anny yang akhirnya menarik perhatian Dhanan. Sangat terlihat dari kejauhan bahwa lukisan Anny lah yang paling mencolok bagusnya.

Usai lomba, Anny, Stephany dan Gita berencana untuk merayakan kemenangan mereka di kantin Pak Cecep sambil minum smoothies yang bikin seger. Tiba-tiba Dhanan menghampiri mereka yang sedang berjalan ke kantin pak Cecep.

“Hai, aksi kamu tadi keren banget. Thanks ya...udah bikin sekolah kita menang. Hampir saja aku berpikir kita bakal kalah di kandang sendiri. Aku Dhanan, kalian mau kemana?” tutur cowok tinggi idaman Anny.

“Thanks…Anny.” Seolah mulutnya terkunci dan tubuhnya membeku, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. “Kita tadinya mau nemenin Anny merayakan kemenangan makan di kantin Pak Cecep tapi kebetulan aku sama Stephany ada keperluan mendadak mau ke ruangan guru dulu, mungkin kamu bisa temenin nanti kita nyusul,” Gita nggak mau kesempatan ini hilang begitu saja karena Anny yang jadi super kaku. 

“Boleh banget…” Dhanan pun dengan santai berjalan bersama Anny dan ngobrol seru seputar melukis. “Nanti kita nyusul ya….” Ledek Stephany sambil mengacungkan jempol saat Anny menoleh. 

Anny akhirnya nggak jadi ugly loser ataupun cewek dengan ugly luck. Anny sadar potensi yang dimilikinya adalah kelebihan yang harus disyukuri. 

Nama : Ani Sulistyarini
Kls     : 3EB09
Npm  : 21209818

Senin, 31 Oktober 2011

Contoh Lamaran Pekerjaan


Kepada Yth
Bagian Personalia
PT. Cold stone
Jl.  Merdeka 11
Jakarta Barat

Dengan hormat,
Saya sangat tertarik dengan iklan Bapak dalam Harian Terbit Terang Sabtu, 29 oktober 2011 mengenai  jabatan manajemen pemasaran. Maka bersama surat ini saya mengajukan diri untuk mengisi  lowongan tersebut.
Saya berusia 22 tahun, dan telah menyelesaikan kuliah jurusan manajemen di Universitas Gunadarma, Jakarta pada tahun 2010, dengan IPK 3,33. Selain itu saya juga dapat berbicara bahasa inggris dengan lancar.
Saya dapat bertanggung jawab, dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Besar harapan saya untuk dapat bergabung dalam perusahaan yang Bapak/Ibu Pimpin.

Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya sampaikan, besar harapan saya agar dapat diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Terima kasih atas perhatian dan waktunya.

Hormat saya,



Curriculum Vitae
Data Pribadi
            Nama                          : Ani Sulistyarini
            Jenis Kelamin              : Perempuan
            Tempat, tanggal lahir : Bogor, 26 Oktober 1990
            Kewarganegaraan      : Indonesia
            Status Perkawinan      : Lajang
            Tinggi, berat badan    : 155 cm, 43 Kg
            Kesehatan                   : Sangat baik
            Agama                         : Islam
            Alamat Lengkap          : Jl. Cimanggis 3
                                                  Depok
            Telepon, HP                 : 021-983564 / 085873452098
           
Pendidikan
      Formal
1994– 2000                 : SDN Curug 4
2000 - 2003                 : SMP Taruna Bhakti
            2003 - 2006                 : SMA Plus PGRI Cibinong
            2006 - Sekarang          :  Program Sarjana (S1) Akuntansi Universitas Gunadarma
    Non Formal
            2009 – 2010                : Kursus Perbankan
    Pelatihan
            2010 -2011                  : Bisnis Retail